Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Gelar Aksi Terakhir di Bulan Puasa, Reog Ponorogo Akan Kembali Tampil Setelah Idul Fitri

Gelar Aksi Terakhir di Bulan Puasa, Reog Ponorogo Akan Kembali Tampil Setelah Idul Fitri

Jemput malam Lailatul Qadar, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko hentikan Orasi Reog Ponorogo Milik Indonesia. Namun demikian Kang Bupati Sugiri tetap meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar Reog dicatatkan sebagai nominasi tunggal yang diajukan ke ICH UNESCO. Hal itu dikatakannya pada gelaran penutupan Orasi Reog Ponorogo Milik Indonesia di Aloon-aloon Ponorogo, Kamis (21/04/2022).

“Kita reyogkan terakhir, karena besok sudah malam ganjil,” tutur Kang Bupati Sugiri.

Kang Giri juga menambahkan bahwa aksi malam ini adalah kali terakhir pada bulan puasa ramadhan, setelah lebaran Idul Fitri akan diadakan reog bersama lagi dan parade reog obyok pada rangkaian Festival Grebeg Suro.

“Setelah lebaran kita agendakan reogkan bersama-sama lagi. Sebentar lagi ada grebeg suro, maka akan ada parade reog obyok, di samping reog festival pakem, reog obyok harus berdampingan dengan reog festival karena ini penting, ini budaya yang kita cintai”, tambahnya.

Diakhir sambutannya, Sugiri mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah mengawal Reog untuk diakui UNESCO serta berharap dari kesenian reog ini ponorogo bisa menjadi kota wisata yang maju.

“Semoga Kota Ponorogo dituntun oleh Reog bisa menjadi kota wisata yang maju, beradab dan bisa menjadi kota santri yang berbudaya. Terimakasih atas perjuangan nya selama ini”, pungkasnya.

Memiliki harapan yang sama dengan Bupati Ponorogo, Yudha, Pembarong dari Paguyuban Galo Suryo Putro Onggolono ini berharap agar Reog segera di akui UNESCO dan seniman bisa sejahtera lagi.

“Semoga saja cepat di akui ke UNESCO, karena juga sudah lama nggak tanggapan, jadi semoga saja budaya Reog Ponorogo ini secara resmi di akui oleh UNESCO dan seniman reog bisa sejahtera lagi,” harap Yudha.

Share This: