Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Pasar Bale Batur, Pusat Perekonomian Diatas Pegunungan Wilis

Pasar Bale Batur, Pusat Perekonomian Diatas Pegunungan Wilis

Ponorogo – Pesona Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur seolah tiada habisnya. Selain panorama alam yang membuat ketagihan. Kearifan lokal yang dimiliki juga tak kalah menyenangkan hati. Seperti yang terlihat di pasar Bale Batur, desa Ngebel. Pedagang ramah, penduduk murah senyum juga menawarkan hasil bumi kawasan Ngebel dan sekitarnya yang bisa didapat dengan harga murah meriah.

Kali ini Jurnalis Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) menyempatkan mampir ke pasar tersebut. Lokasi pasar Bale Batur berada di Barat Telaga Ngebel dengan menempuh jarak kurang lebih 10-15 menit menuju arah Dolopo.

Pasar pagi itu mulai diramaikan pedagang sejak dini hari, bahkan para pedagang menempuh perjalanan kaki berkilo-kilo untuk berjualan di pasar ini. Mereka menjual kebutuhan bahan pokok dan hasil bumi. Seperti pisang, alpukat, kelapa muda, umbi-umbian dan makanan tradisonal seperti jenang sum-sum, jenang ketan dan jajanan pasar.

“Nggeh, niki tasik dereng musim duren (ya, ini belum musim duren). Musim duren luweh rame nak (musim duren lebih rame, nak)”, kata Mbah Katri salah satu pedagang Pasar Bale Batur, Senin (29/06/2020).

Mbah Katri, merupakan salah satu pedagang yang sudah berpuluh-puluh tahun berjalan kaki berkilo-kilo dari rumahnya untuk menuju pasar tersebut. Mbah Katri tidak sendiri menuju pasar, beliau menuju pasar bersama suaminya dan juga beberapa pedagang lain.

“Enak jalan kaki, malah awet umur, nak”, ucapnya.

Sementara itu, Ayu salah satu pembeli dipasar tersebut menuturkan membeli hasil bumi di pasar ini relatif murah. Namun untuk di musim duren harga relatif.

“Khusus duren, karena kualitasnya baik memang harga mengikuti pasaran, namun masih bisa di nego”, ungkapnya.

Mujiono, kepala desa Ngebel menambahkan pasar pagi tradisional ini menjadi pusat perekonomian warga Ngebel dan sekitarnya untuk menjual hasil bumi mereka.

“Yang unik dari pasar ini, kita akan menemukan beberapa pedagang yang berjualan di areal makam kramat Nyai Latung dan area Bale Batur”, terangnya.

Sebagai informasi, pasar Bale Batur di musim durian biasa buka pada pukul 00:00 WIB – 09:00 WIB. Namun di pasaran biasa yakni menurut kalendar jawa buka seminggu 3 kali, Pon, Legi dan Pahing.

“Namun jika kepasar ini, utamanya di masa pandemi wajib menggunakan masker, sering cuci tangan dan jaga jarak”, pungkas Mujiono.

Ayo ke Ponorogo dan jangan lupa ke pasar tradisionalnya rasakan kearifan lokal yang tanpa bahan pengawet.

Share This: