Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Bale Batur, Pusat Perekonomian, Budaya Dan Religius

Bale Batur, Pusat Perekonomian, Budaya Dan Religius

Ponorogo – Sobat Fantastis, tentunya jika berbicara Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur tak lepas dari keindahan alam, keelokan budaya dan religiusitas yang sangat kental. Salah satunya pada keberadaan Bale Batur dan Makam Nyai Latung yang terletak di barat Telaga. Tempat sakral ini unik dengan pasarnya dan juga syarat budaya serta religiusitasnya.

Untuk menuju kedua tempat sakral tersebut wisatawan bisa menempuh jalan menuju arah Dolopo, Kabupaten Madiun. Dari lokasi Telaga Ngebel, bisa melalui jalur terminal Ngebel kemudian ke barat kurang lebih 2 KM.

“Makam Nyai Latung, para sesepuh menceritakan berhubungan dengan Telaga Ngebel”, Kata Darno Juru Kunci Makam.

Mbah Darno sapaan akrab sang juru kunci mengisahkan bawasanya dulu ada seorang anak jelek yang meminta-minta kepada orang yang sedang mengadakan pesta pernikahan. Karena diperlakukan tidak adil kemudian anak tersebut mengadakan sayembara dengan menancapkan sodo lanang (sebatang lidi).

“Namun tak ada seorangpun yang mampu mencabut, akhirnya lidi itu dicabut sendiri oleh anak tersebut (Baru Klinting)”, ungkapnya.

Mendengar hal itu, Mbah Nyai Latung langsung berpesan kepada bocah tadi dan warga nanti jika lidi yang dicabut mengeluarkan air maka disuruh naik kapal.

“Hingga Nyai Latung, berada disini ini (dibawah beringin pohon besar, pusat pasar Bale Batur)”, terangnya.

Sementara itu, Mujiono Kepala Desa Ngebel menceritakan dari para sesepuhnya. Bale itu dulu sering digunakan oleh Raden Batoro Katong untuk berjuang syiar Islam dan babat desa Ngebel.

“Bale ini digunakan untuk pertemuan dengan para cantrik (punggawanya)”, jelasnya.

Ia melanjutkan, Bale itu berasal dari kata bali (kembali) dan Batur bearti teman jadi Bale Batur digunakan untuk kembalinya para sahabat atau teman seperjuangan Kanjeng Khatong.

“Dulu di zaman Penjajahan Belanda, Bale Batur digunakan untuk tempat perlindungan”, lanjutnya.

Balai yang unik dan memiliki 6 penopang atap yang belum pernah diganti itu masih sering digunakan untuk kegiatan keagamaan. Seperti berdoa bersama, yasinan dan tahlilan.

“Selain itu, juga digunakan nyadran (ritual tertentu yang diniatkan untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa) bagi warga yang sengaja datang ke tempat itu. Biasanya mereka melakukan itu harus bertemu Mbah Darno terlebih dahulu”, ucapnya.

Kemudian selain hal itu, setiap Jumat legi diadakan selametan bareng-bareng bersama warga. Kemudian juga di bulan selo (syawal) selalu digunakan untuk ritual bersih desa.

“Ada wayangan, ada penampilan reyog dan biasanya pada saat Grebeg Suro, disini digunakan untuk ritual pembuka”, imbuhnya.

Endra warga setempat menambahkan untuk pasar sendiri diadakan di lokasi itu karena para pedagang merasa aman dan tentram serta merasa dapat perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa.

“Di pasar ini, tidak ada yang berani mencuri kalau pun ada langsung tertangkap”, pungkasnya.

Maka dari itu, sobat fantasis semua utamanya dimasa pandemi jika ingin berkunjung ke Telaga Ngebel, diwilayah ini menyediakan alam yang elok, budaya yang arif, religiusitas yang kental. Jadi jangan lupa pakai masker, jaga jarak dengan tidak berkumpul pada satu titik lokasi wisata karena banyak yang bisa anda kunjungi di wilayah wisata Ngebel ini. Kemudian jangan lupa sering cuci tangan dan Ayo Ke Ponorogo.

Share This: