Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Potensi Alam Dan Budaya Dusun Sodong

Potensi Alam Dan Budaya Dusun Sodong

Wilayah Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo memiliki potensi wisata alam dan kearifan lokal yang luar biasa. Kecamatan yang terletak di barat Kota Reog, dengan kontur dataran dan perbukitan menjanjikan keistimewaan. Salah satunya dusun Sodong, Desa Gelangkulon.

Meski di masa pandemi Covid19, semangat pemerintah desa (Pemdes) Gelangkulon, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Madiun, tokoh masyarakat setempat dan pemuda Gelangkulon patut diacungi jempol. Mereka bersama-sama menjadikan Dusun Sodong, Gelangkulon menjadi tujuan destinasi wisata yang hebat.

Melalui kerjasama yang terbangun apik yang di pelopori BEM Politeknik Negeri Madiun dalam kegiatan Program Pemberdayaan Masyarakat Desa (P2MD) bersama Direktorat Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi menjalankan pengabdian masyarakat melalui Revolusi (Revitalisasi Lahan Hutan Sosial). Dalam kesempatan ini, pihak Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga juga diundang untuk melakukan pendampingan dalam pengembangan industri wisata di Sodong.

Surono, Kepala Desa Gelangkulon mengatakan untuk industri wisata disesuaikan dengan program Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan program Sugiri Sancoko, Bupati Ponorogo, agar desa mampu menggalakan wisata.

“Kebetulan di wilayah kami itu banyak pegunungan yang memang tujuan dari masyarakat itu satu, tujuan penghijauan, keduanya juga diperindah supaya menjadi wisata,” katanya usai membuka P2MD BEM, Politeknik Negeri Madiun, Sabtu (04/09/2021).

Dalam kesempatan itu, Surono juga mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT dan terima kasih kepada BEM Politeknik Negeri Madiun yang telah sudi membantu dengan kelengkapan yang dibutuhkan.

“Jadi saat ini para mahasiswa tersebut memfasilitasi pipanisasi (instalasi air) maupun instalasi listrik yang akan dialokasikan di tempat wisata yang saat ini akan kita rencanakan,” jelasnya.

Afriza Dini Andalin, Ketua pelaksana kegiatan P2MD Revolusi menyampaikan kegiatan ini bakalan berlangsung hingga November nanti. Untuk itu, pihaknya mengajak pihak Pemdes, dinas terkait dan lapisan masyarakat desa Gelangkulon turut menyukseskan pengabdian masyarakat itu.

“Semoga dari Mahasiswa mampu memberikan yang terbaik untuk warga dusun Sodong,” paparnya.

Sementara itu, Dwi Santoso, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Tata Kelola Destinasi usai pembukaan acara tersebut mengungkap apa yang menjadi upaya BEM Politeknik Negeri Madiun dan warga Sodong perlu diapresiasi yang setinggi-tingginya.

“Semangatnya tidak kalah ketinggalan. Ini terbukti dari pas waktu kita kesini antusiasme juga sangat luar biasa,” tegasnya.

Dwi berpesan jika dilihat dari sisi pariwisata, selain dari potensi alam yang elok di Sodong, juga perlu digali potensi budaya yang bakal jadi keunggulan Sodong.

“Khususnya komunitas masyarakat Buddha ini yang perlu kita tonjolkan. Karena ini akan menjadi satu hal yang menarik. Karena ditengah-tengah masyarakat muslim, khususnya di Gelangkulon sendiri atau di Ponorogo, ternyata ada masyakarat Buddha yang masih eksis dan belum terkikis dari Budaya luar,” ucapnya.

Suwandi, tokoh Masyarakat Buddha Sondong menambahkan dalam melakukan pengembangan wisata di daerahnya, ia meminta pihak terkait, seperti Perhutani, Disbudparpora dan pihak terkait lainnya untuk memandu agar tidak terjadi kesalahan.

“Mohon untuk diberi koordinasi dan petunjuk-petunjuknya,” Imbuhnya.

Sebagai informasi, warga Dusun Sodong juga memiliki alat karawitan tradisional bantuan dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) yang di letakkan di Vihara Dusun Sondong. Selain itu, produk asli UMKM warga Sodong juga sangat sayang dilewatkan yakni berupa makanan ringan dan tas anyaman plastik nan cantik dan menarik.

Share This: