Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Resmikan Pasar Legi, Ini Pesan Ipong

Resmikan Pasar Legi, Ini Pesan Ipong

Ponorogo – Resmikan Pasar Legi, Selasa (09/02/2020) Ipong Muchlissoni, Bupati Ponorogo pesankan jaga kebersihan dan ketertiban kepada pengelola dan pedagang pasar. Selain itu, orang nomor satu Bumi Reyog itu juga meminta para pedagang tetap menjaga zonasi.

Pasar Legi, pasar tradisional bersejarah itu kini memiliki wajah baru yang membuat banyak masyarakat terpesona. Bahkan pasar itu menjadi spot para instragramer dan pegiat media sosial lainnya.

Kini, pembangunan Pasar Legi sudah mencapai 100 persen dan diresmikan oleh Ipong Muchlissoni, Bupati Ponorogo. Meski dengan undangan terbatas dan sempat diwarnai demonstrasi namun prosesi peresmian berjalan dengan lancar.

“Ya maka kita segera resmikan dengan maksud seperti apa yg disampaikan pak Iwan direktur Prasarana wilayah PU, bahwa dengan diresmikannya ini maka bisa segera dioperasionalkan dan dengan begitu kehadiran Pasar Legi ini merupakan bagian untuk melaksanakan program pemulihan ekonomi nasional,” katanya.

Ipong menjelaskan apa yang disampaikan direktur Prasarana Wilayah Pekerjaan Umum sudah jelas.

“Disampaikan seperti itu oleh Beliau. Dan peresmian pasar legi ini bukan hanya pasar legi saja. Pak Iwan ini jam 12 nanti akan ke Trenggalek akan meresmikan pasar Trenggalek, Pasar Pon,” terangnya.

Ipong menegaskan prosesi peresmian pasar bukanlah sebuah percepatan. Karena pasar Legi memang harus selesai pembangunnya di akhir bulan Februari.

“Artinya kalau ada yg mengatakan kalau peresmian ini dipercepat itu ndak. Peresmian normal yang dipercepat proses pembangunannya. Yang harusnya akhir Februari sekarang ini,” tegasnya

Dengan resminya Pasar Legi, Ipong berpesan kepada para pengelola dan pedagang agar mempergunakan pasar dengan sebaik-baiknya.

“Jaga kebersihan, jaga ketertiban karena pasar begitu bagus percuma kalau tidak dijaga kebersihannya, nanti kumuh lagi. Oleh karenanya kita menerapkan zonasi dalam menerapkan pasar ini sehingga ada pembedaan dagangan di masing-masing lantai,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Prasarana Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) Iwan Surpriyanto menyampaikan pasar Legi sudah dilengkapi dengan sarana pencegahan kebakaran.

“Jadi kelengkapannya, sistem proteksi aktif dan pasif, jadi proteksi pasif identifikasi dini ada fire alarm dilengkapi hydrant dikawasan dan sprinkle di tiap titik bangunan,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, ada sistem zonasi sebagai salah satu upaya untuk memitigasi kejadian kebakaran jadi daerah yang punya resiko kebakaran tinggi punya proteksi khusus. Misalnya zona basah tingkat risikonya rendah sistem proteksinya juga dibedakan.

“Jumlah hydrant di tiap lantai ada, jumlah terkait dengan ukuran,” paparnya.

Masih lanjut Iwan, untuk mengupayakan cahaya pada siang hari kalau lampu dimatikan sudah cukup terang. Lalu tidak menggunakan sistem pengondisi udara khusus.

“Kita menggunakan sirkulasi yang ada. Beberapa titik kita buka, cross ventilasi kita atur, pengaturan ruangan, ketinggian. Penggunaan air juga demikian ada upaya seperti itu,” jelasnya.

Terkait keamanan gedung pasar, Iwan menyebut pasar Legi di lengkapi Closed-Circuit Television atau biasa disingkat CCTV.

“CCTV ada 84 titik,”ungkapnya.

Iwan menambahkan setelah hari ini tanggal 1 maret akan ada serah kelola sementara dari Adhi Persada kepada PU, PU kepada Pemkab. Setelah itu baru bisa kita manfaatkan.

“Masih dibawah kendali Adhi Persada Gedung, ada proses serah terima dari kontraktor kepada kami, secara kontrak berakhir di akhir Februari. Tapi karena untuk pasar atensinya percepatan ini, untuk upaya pemulihan ekonomi nasional sehingga ada proses PhO, serah terimanya tidak sampai Februari, setelah Imlèk ke kami langsung serah kelola,” imbuhnya.

Iwan berharap nantinya pengelolaan pasar harus lebih profesional jadi tidak hanya dikelola, pasar perlu ada pengelolanya seperti building management atau manager.

“Mengelola secara khusus, mengelola soal kebakaran tidak hanya soal retribusi dan ketertiban para pedagang,” imbuhnya.

Ia kembali berharap karena pasar Legi investasinya besar ada potensi untuk biaya operasional dan resiko yg besar, pemeliharaan rutin besar maka Badan pengelola harus dipersiapkan lebih baik.

“Biaya keberlanjutan dan pengelolaan lebih murah,” tandasanya.

Share This: