Seminar Sejarah Ponorogo: Dialektika Budaya Untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Published by disbudparpora on

Pemerintah Kabupaten Ponorogo bersama komunitas Pamong Wengker menggelar Seminar Bedah Sejarah Ponorogo di Gedung Pertemuan Bappeda, Kamis (28/8/2025). Acara ini menghadirkan akademisi, pemerhati budaya, serta tokoh masyarakat untuk mengkaji secara ilmiah penetapan Hari Jadi Ponorogo.

Ketua Pamong Wengker, Heru Trimawan, menjelaskan bahwa seminar ini dilatarbelakangi oleh riuhnya diskusi publik terkait penetapan Hari Jadi Ponorogo.

“Seminar ini kami selenggarakan karena adanya dinamika tentang hari jadi Ponorogo. Kami berkonsultasi dengan para tokoh budaya, dan sepakat bahwa perlu justifikasi akademis melalui forum ilmiah,” ungkapnya.

Heru menambahkan, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 peserta dari berbagai kalangan, termasuk akademisi UIN Ponorogo, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, STKIP PGRI, komunitas seni budaya, TACB, dan tokoh masyarakat.

“Harapan kami, seminar ini dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat untuk pelestarian sejarah Ponorogo,” ujarnya.

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menegaskan bahwa penetapan Hari Jadi Ponorogo memang telah melalui proses panjang, namun kajian ilmiah tetap diperlukan untuk memberikan sandaran akademik.

“Beberapa waktu terakhir saya banyak menerima usulan dari berbagai tokoh. Penetapan hari jadi memang diputuskan secara politik dengan pertimbangan matang, tapi ada hal-hal yang butuh untuk kembali didiskusikan secara akademis. Karena itu, seminar ini penting agar ada justifikasi akademik dan budaya,” jelasnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk terlibat dalam pelestarian sejarah dan budaya.

“Mudah-mudahan melalui diskusi ini kita dapat mendekati kebenaran. Anak-anak muda harus berperan agar Ponorogo ke depan semakin baik,” tambah Bupati.

Anggota DPR RI, Ali Mufthi, yang turut hadir memberikan apresiasi. Menurutnya, budaya adalah sesuatu yang dinamis dan harus terus berdialektika.

“Sejarah tidak lepas dari proses dialektika. Apa yang benar hari ini belum tentu relevan besok, karena budaya selalu berkembang. Oleh sebab itu, diskusi seperti ini sangat penting agar Ponorogo sebagai kota budaya terus bergerak maju,” tegasnya.

Seminar ini diharapkan menjadi langkah awal dalam merumuskan kajian ilmiah yang lebih mendalam terkait sejarah dan budaya Ponorogo, sehingga identitas daerah semakin kuat dan terjaga.

Seminar Sejarah Ponorogo: Dialektika Budaya Untuk Masa Depan yang Lebih Baik – Disbudparpora Ponorogo