Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

6 Bulan Tak Tampil, Seni Gajah-Gajahan Kanjeng Sunan Kalijogo Mulai Bangkit

6 Bulan Tak Tampil, Seni Gajah-Gajahan Kanjeng Sunan Kalijogo Mulai Bangkit

Ponorogo – Sudah hampir selama satu semester (6 bulan) kesenian Gajah-gajahan Kanjeng Sunan Kalijogo, Dusun Nglogong, Desa Semanding, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo tak dapat tampil akibat pandemi Covid19. Hal itu membuat masyarakat pecinta kesenian peninggalan leluhur tersebut jarang dinikmati.

Pada 1 Muharram ini seni ini dimunculkan di pertigaan besar Semanding (depan lapangan semanding) dalam rangka menghimpun dana untuk yatim piatu. Dibalik kesulitan untuk menguri-uri budaya dimasa pandemi Covid19 hal tersebut patut mendapat apresiasi.

“Sudah selama 6 bulan kita tidak tampil karena covid19,” kata ketua kesenian Gajah-gajahan, Kanjeng Sunan Kalijogo, Yusda Herdian Syahrul Fuad, kepada Jurnalis Disbudparpora, Kamis (20/08/2020).

Yusda mengungkap pihaknya kali ini tampil namun tidak dalam rangka komersil namun ngalap barokah di awal tahun baru Islam dengan menggalang dana amal untuk menyantuni anak yatim piatu.

“Pelan-pelan tapi pasti, dalam kesempatan ini kami mencoba bangkit,” terangnya.

Kemudian, lanjutnya, dalam pagelaran amal tersebut pengrawit dan para petugas penggalangan dana wajib mematuhi standar protokol kesehatan.

“Pakai masker, menjaga jarak dan sering cuci tangan,” paparnya.

Sementara itu Fajar warga semanding yang menyaksikan gelaran gajah-gajahan pertama kali di masa pandemi, merasa sangat senang karena salah satu kesenian favoritnya itu bisa ia saksikan lagi secara langsung.

“Alhamdulillah, saya mendukung kesenian itu dan semoga pandemi segera berakhir,” pungkasnya.

Sebagai informasi dalam pagelaran amal tersebut tidak melibatkan banyak penonton karena diadakan secara terbatas di jalan Raya Semanding-Ngebel (pertigaan semanding). Kemudian terlihat aparat kepolisian dan pihak satgas covid19 setempat nampak kompak menjaga dilokasi acara untuk mencegah terjadinya kerumunan masa.

Share This: