Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Di Masa Pandemi, Sudirman Sang Jhatil Lanang Tulis Dua Buku

Di Masa Pandemi, Sudirman Sang Jhatil Lanang Tulis Dua Buku

Di masa pandemi Covid19, perjuangan para seniman dalam menyuburkan kebudayaan Indonesia terus dilakukan. Tak terkecuali para seniman yang ada di Kabupaten Ponorogo. Salah satunya Sudirman, pemilik Sanggar Tari Joglo Paju yang terus berupaya memberikan karya terbaik di masa pandemi dengan mencoba membuat dua buku. Salah satu karyanya nanti akan memuat dongeng tentang Ponorogo dan buku tentang adat, seni dan budaya Ponorogo.

Meski di masa pandemi Covid19 yang terus mengganas, semangat positif karya dari Sudirman patut diacungi jempol. Dengan keterbatasan untuk bisa berkarya seperti sebelum-sebelumnya tidak dapat dilakukan maka ia tak ingin diam dan berpangku tangan dengan terus berproduktifitas.

Sudirman mengatakan dimasa pandemi ini ia mencoba menyelesaikan dua buku. Salah satu buku yang ia tulis adalah buku dongeng cerita Ponorogo.

“Karena saya kuatir anak-anak kecil itu kehabisan cerita tentang Ponorogo. Ponorogo itu kaya, kaya banget, (Dongeng)” katanya saat ditemui, Jurnalis Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora), Sabtu (07/08/2021) di Galeri, Sanggar Tari Joglo Paju.

Ia mengungkap jika tidak kaya, kemungkinan orang luar Ponorogo tidak mau datang. Itu menjadikan kenyataan bahwa Ponorogo memiliki banyak cerita.

“Bukan hanya Suminten edan saja, bukan hanya Golan dan Mirah saja. Buanyak,” tegasnya.

Untuk itu, lanjutnya, ia menulis bertujuan untuk memungkinkan untuk guru-guru Taman Kanak-kanak (TK) dan guru-guru Sekolah Dasar (SD) dalam mendongeng tentang Ponorogo.

“Sedikit banyak tulisan saya itu untuk mereka,” paparnya.

Sudirman menambahkan, selain itu dirinya juga akan menulis adat, budaya dan seni Ponorogo.

“Terutama Reyog, menurut kacamata saya. Yang saya alami, yang saya rasakan, dan saya lakukan,” pungkasnya.

Share This: