Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Disbudparpora : Karena Banyaknya Permintaan Dari Masyarakat Maka Pencanangan Reyog Digelar

Disbudparpora : Karena Banyaknya Permintaan Dari Masyarakat Maka Pencanangan Reyog Digelar

Ponorogo – Pencanangan gelar Reyog tanggal 11 merupakan program dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga. Pencanangan ini merupakan titik uji coba untuk menampilkan Reyog di era pandemi Covid19 ini. Maka dari itu standart protokol kesehatan menjadi sangat wajib saat menyaksikan Reyog. Hal ini sebagai acuan evaluasi bagi Disbudparpora untuk dapat menyelenggarakan di bulan depan.

“Tujuan dari pencanangan gelar Reyog ini adalah karena banyaknya permintaan dari masyarakat yang sudah 3-4 bulan ini tidak menyaksikan Reyog”, Kata Agus Sugiarto Kepala Disbudparpora di Gedung Kesenian, Senin (13/07/2020).

Ugin sapaan akrab Kepala Disbudparpora itu mengungkap untuk pencanangannya kemarin diadakan di Pendopo Agung Pemkab, Jumat malam (10/07/2020). Kemudian pencanangan itu sebagai rule mode standard operasional prosedur pelaksanaan gelar Reyog tanggal 11.

“Kita akan evaluasi, kalau bagus ya bulan depan bisa kita adakan lagi”, jelasnya.

Untuk itu, lanjut Ugin, masyarakat diminta patuh dan disiplin protokol kesehatan. Agar nguri-nguri budaya Reyog ini tetap bisa ada.

“Ini kebudayaan kita yang sama-sama kita cintai, maka harus selalu diadakan kendati memang dengan pelaksanaan dengan SOP yang ketat”, paparnya.

Sementara itu, gelar Reyog ini sangat disambut antusias oleh para pelaku seni reyog dan masyarakat. Seperti Kumalasari Jathil yang sangat senang dengan pagelaran ini.

Alhamdulillah senang sekali. Sudah 4 bulan vakum, tidak ada pemasukan mas”, kata penari cantik yang bernama lengkap Kumala Ziani Ramadhani saat ditemui usai Pencanangan Gelar Reyog di Pendopo Agung Pemkab (10/07/2020).

Hal senada diungkap Penari Ganongan (Bujang Anom) Panji Okta Permadi Arif Yoga. Karena selain bisa kembali tampil juga bisa terus latihan dalam rangka menjaga warisan seni budaya asli Ponorogo itu.

“Alhamdulillah, pastinya temen-temen juga ikut senang,” ungkapnya.

Disisi lain Ahmad Fauzi, montir disalah satu bengkel motor Ponorogo yang kebetulan menyaksikan pencanangan tersebut merasa bahagia karena Reyog yang ia cintai bisa ia saksikan langsung.

“Alhamdulillah saya bersyukur, Reyog dapat saya saksikan lagi setelah beberapa bulan dipending,” imbuhnya.

Jadi Sobat Fantastis mari bersama menjaga warisan nenek moyang kita itu meski di era yang sulit ini. Namun kita semua harus bersama dan bekerjasama bahu-membahu untuk menjaga Reyog tetap bisa tumbuh dan berkembang.

Tentu jika ingin Reyog bisa terus tampil dan semua bisa menikmati maka patuh dan disiplin protokol kesehatan adalah kuncinya.

Share This: