Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

FKPP Bakal Diajak Gotong-Royong Wujudkan Ponorogo Sebagai Kota Budaya Dan Santri

FKPP Bakal Diajak Gotong-Royong Wujudkan Ponorogo Sebagai Kota Budaya Dan Santri

Demi mewujudkan kota Budaya dan Santri, Pemerintah Kabupaten Ponorogo ajak gotong-royong pondok pesantren yang ada di wilayah Bumi Reyog. Salah satu bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Ponorogo terkait hal tersebut dinyatakan dalam pelantikan dan silaturahmi pengurus Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) di Pendopo Agung, Pemkab Ponorogo, Selasa (16/03/2021).

Usai pelantikan FKPP, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyatakan ingin mengejawantahkan yang namanya kota budaya dan santri benar-benar terwujud sehingga pikiran-pikiran pesantren memang dibutuhkan untuk memberikan ide, memberikan gagasan, memberikan apapun yang baik-baik kepada Pemerintah.

“Sehingga nafas pembangunan besok dipikir bersama-sama, termasuk pesantren memikir bagaimana kemajuan Ponorogo,” katanya.

Kang Giri, sapaan akrab Bupati Ponorogo, juga berpesan agar generasi muda Ponorogo digembleng di pesantren supaya menjadi pribadi tabah, tangguh, dan beriman

“itu yang paling penting,” tegasnya.

Kemudian terkait penguatan ekonomi pesantren dalam peningkatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi program Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kang Giri mengungkap Pemkab Ponorogo sangatlah setuju. Sehingga bisa diterjemahkan tidak hanya satu produk, karena banyaknya pesantren yang ada di Ponorogo. Apalagi ia juga meyakini pesantren mampu menghasilkan beras putih yang enak setelah dimasak.

“Seperti ini kan Gontor sudah punya air Amidas, air minum yang bagus. Saya ingin pesantren Ponorogo punya istilah seperti itu lah, ada di bisnis, pendidikan maupun di agamanya,” paparnya.

Sementara itu, dalam menentukan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Kang Giri meminta rekomendasi dari berbagai pihak.

“Rekomendasi itulah, sehingga nafas pembangunan ini dipikir banyak orang. Kita kemarin di Raker (Rapat Kerja) Nahdlatul Ulama ke dua, kita juga nyuwun rekomendasi. Kami mohon Yii, sehingga bisa diselaraskan dengan RPJMD, sehingga kedepan dalam rangka membangun itu, dipikir banyak orang. Karena Saya paham Ponorogo terdiri dari banyak irisan. Nah, irisan tersebut adalah irisan santri, karena penduduk terbesar adalah muslim, biar nafas kita itu terjawab pada implementasi membangun melalui RPJMD,” terangnya.

Sementara itu, Kiai Sunartip Fadlan, Sekertaris Satu FKPP menambahkan gotong-royong untuk kemajuan Ponorogo merupakan sinergitas antara Ulama dan Umaro (Pemerintah).

“Kanjeng Nabi Dawuh (Nabi Muhammad bersabda), betapa kalau Ulama ini punya sinergitas dengan ilmunya, diharapkan Umaronya juga bisa dengan adilnya. Ini langkah ikhtiar kita semua, langkahnya sekian banyak para Kiai Ponorogo yang tergabung pada FKPP, agar Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati, Kepala Dinas-Kepala Dinas, Masyarakat dan sebagainya, elemen pendukung Ponorogo ini, bisa bersatu sinergi dengan baik,” pungkasnya.

Share This: