Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Gelar Wayang Kulit Grebeg Tutup Suro Bantarangin, Wabup Ajak Masyarakat Jaga dan Rawat Monumen Bantarangin

Gelar Wayang Kulit Grebeg Tutup Suro Bantarangin, Wabup Ajak Masyarakat Jaga dan Rawat Monumen Bantarangin

Somoroto, Kauman – Grebeg Tutup Suro Bantarangin sebagai penutup rangkaian event Grebeg Suro 2018 semakin mendekati puncaknya. Setelah dimulai pada Kamis (4/10) lalu dengan Ritual Malam, kemudian dilanjutkan dengan sejumlah kegiatan seperti istighosah, Khataman Nabi, Pameran Produk UMKM, Buceng Purak, dan Pagelaran Ketoprak, Minggu (7/10) malam giliran Pagelaran Wayang Kulit dihelat di Monumen Bantarangin. Ribuan masyarakat telah memadati area monumen kebanggaan masyarakat Kutho Kulon tersebut sejak sekitar pukul tujuh malam.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Ponorogo, Sudjarno, Kepala Dinas Pariwisata, Lilik Slamet Raharjo, Camat Kauman, Joko Waskito, serta jajaran Forkopimka Kecamatan Kauman dan sejumlah kepala desa. Dalam sambutannya, Camat Joko Waskito mengatakan bahwa kegiatan Grebeg Tutup Suro Bantarangin memiliki arti penting bagi masyarakat eks-PB Somoroto yang meliputi Kecamatan Kauman, Sukorejo, Sampung, Jambon, serta Badegan.

“Antusiasme masyarakat dalam nyengkuyung dan meramaikan rangkaian acara sejak awal kemarin begitu luar biasa. InsyaAllah sampai akhir pada Selasa (9/10) nanti juga masih akan terus seperti ini. Event ini menjadi sarana tepat untuk merekatkan masyarakat”, jelas Joko Waskito.

Sementara itu, Wabup Sudjarno dalam sambutannya, mengapresiasi semangat masyarakat dalam mengembangkan dan menjaga tradisi yang pertama kali di-event-kan pada tahun 2008 yang lalu tersebut. Ia menambahkan, informasi dan sejarah mengenai seluk-beluk Bantarangin sangat perlu untuk makin diperjelas melalui sarasehan-sarasehan yang melibatkan para pakar dan pelaku maupun saksi sejarah.

“Agar kita ini, dalam mengelola sejarah kita sendiri, ada dasarnya. Karena hal itu bisa menjadi kebanggaan masyarakat khususnya masyarakat sekitar Somoroto. Juga supaya anak-cucu kita nanti memiliki pedoman yang jelas dalam mempelajari sejarah dan tradisi nenek moyangnya”, terang Sudjarno.

Selain itu, Wabup Sudjarno turut pula mengajak seluruh elemen pemerintah dan juga masyarakat sekitar wilayah Somoroto untuk menjaga dan merawat Monumen Bantarangin. Hal tersebut penting, karena menurut Wabup Sudjarno, kawasan Monumen Bantarangin yang luas tersebut harus dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang bernilai positif bagi masyarakat.

Pagelaran Wayang Kulit dalam Grebeg Tutup Bulan Suro tersebut mengangkat lakon “Bajang Tetuka; Lahire Gathotkaca” yang dibawakan oleh Dalang Ki Marsudi Bowo Leksono. Wabup Sudjarno membuka pagelaran wayang kulit tersebut secara simbolis dengan penyerahan tokoh wayang Gathotkaca kepada dalang. – NM

Share This: