Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Hadiri Harlah Lesbumi-NU, Bupati Sugiri Ajak Lesbumi Jadikan Ponorogo Bermartabat dan Lebih Hebat

Hadiri Harlah Lesbumi-NU, Bupati Sugiri Ajak Lesbumi Jadikan Ponorogo Bermartabat dan Lebih Hebat

Sugiri Sancoko, Bupati Ponorogo hadiri Harlah ke-59, Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi-NU) Cabang Ponorogo, di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Sabtu (27/03/2021). Dalam kunjungannya kali ini, Bupati Sugiri Sancoko ajak Lesbumi NU bersama-sama Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Ponorogo jadikan Ponorogo yang bermartabat dan lebih Hebat.

Kang Giri sapaan akrab Bupati Ponorogo mengatakan di usia ke 59, Lesbumi-NU sudah masuk usia yang dewasa. Maka beragama harus semakin total dan berbudaya semakin maksimal.

“Saking totalnya Mas Jenggo (Ahmad Sauji Ketua Lesbumi-NU Ponorogo) ini, orang bingung, Mas Jenggo kui agamone opo (Mas Jenggo Agamanya apa?),” Kata Kang Giri.

Hal itu, dinilai Bupati, Mbah Jenggo memiliki ketotalan dalam bekerja di Lesbumi-NU hingga bisa merangkul budayawan bahkan pemeluk agama non Islam.

“Sehingga kalau orang bertanya saya jawab, Jenggo ini monoteis freeline. Saking totalnya Mas Jenggo, luar biasa. Arek iki top,” Canda Bupati.

Selain memuji kinerja Mbah Jenggo, Kang Giri juga berikan apresiasi terhadap dalang tamu, dalang Poer penasihat Lesbumi-NU Cabang Ngawi, yang kali ini tampil memeriahkan acara tersebut.

“Dalang Mas Poer ini juga top. Pas, mewakili Lesbumi, wayangnya minimalis, Gonge Yo dek e dewe, sindene loro (Gongnya sendiri, Sindennya dua),” ungkapnya.

Kang Giri juga mengungkap jika dalang yang mampu membawakan wayang berbahasa Indonesia tanpa mengurangi bobot dan tidak kehilangan sastra adalah dalang Poer.

“Mas Poer mampu menerjemahkan itu,”tegasnya.

Kedepan, lanjut Kang Giri, mengundang kepada Lesbumi-NU agar menyelenggarakan kegiatan budaya selama sebulan sekali di Pendopo Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

“Mudah-mudahan menjadi acara rutin, entah itu dialog budaya atau apresiasi budaya atau apasaja, yang nguri-nguri budaya,” ajaknya.

Pihaknya, dalam hal itu sedang membicarakan dengan Mbah Rois (Sapaan akrab Rois Syuriah PCNU) untuk mengejawantahkan santri dan budaya agar Ponorogo bermartabat.

“Saya pesan kepada Lesbumi, ayo bersama-sama membangun Ponorogo yang lebih hebat,” pesanya.

Sementara itu, Kiai Haji Fatchul Azis Ketua PCNU berharap agar Lesbumi di usia yang ke 59 ini mampu berkreasi dalam merawat budaya dan seni, bisa terus berdampingan serta berada dalam nilai-nilai spiritual Islam.

“Ini menurut saya yang terpenting,” tuturnya.

Mbah Jenggo, Ketua Lesbumi-NU menambahkan diusia ke 59 ini, Lesbumi-NU Ponorogo masih merintis dan terus mengembangkan dalam berseni dan berbudaya.

“Jadi rodo-rodo ngrintis, urung iso slem tenan (Rada-rada merintis belum benar-benar cepat),” pungkasnya.

Share This: