Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Ikuti BBM, Mbah Bikan : Njogete Sing Tenanan

Ikuti BBM, Mbah Bikan : Njogete Sing Tenanan

Ponorogo – Meski ditengah pandemi Covid19, berbagai upaya untuk terus melestarikan Reyog Ponorogo tetap dilakukan. Kali, ini melalui diskusi daring Belajar Bersama Maestro (BBM), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ajak Yayasan Reyog dan Budayawan untuk eksplorasi pembelajaran pelestarian Reyog.

Shodiq Pristiwanto, wakil ketua yayasan reyog mengatakan ada 20 peserta dalam program BBM. Para peserta tersebut sudah dikoordinasikan dengan dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo dan Yayasan Reyog Ponorogo.

“Dari 20 peserta tersebut ada narasumber Nasional, ada Profesor Lono Simatupang,” terangnya.

Shodiq mengungkap di acara daring BBM, ia hanya diminta menjadi asisten Mbah Bikan (Sapaan akrab, Bikan Gondo Wiyono, Pembina Yayasan Reyog). Mbah Bikan, dipercaya oleh Kemendikbud sebagai narasumber berdasarkan kriteria yang ada.

“Gelaran BBM akan berjalan selama seminggu, mulai tanggal 18 Oktober – 23 oktober, kemudian jeda, lalu ditutup tanggal 31 Oktober 2020,” jelasnya.

Sementara itu Mbah Bikan, dalam BBM tersebut konsisten berpesan kepada para penerus untuk menjiwai Reyog. Karena jika orang berjiwa seni, pastilah berusaha untuk melestarikannya.

“Yang kedua, karena perkembangan tarian berbeda-beda disetiap era. Itu bedanya disetiap tari dan sebagainya. Karena perbedaan itu, Ponorogo mengadakan lomba Festival Nasional Reyog. Nah untuk, itu Pemerintah Kabupaten Ponorogo membakukan tari Reyog Ponorogo yang dimasukan pada buku kuning, di tahun 1992,” tegasnya.

Ia menambahkan kepada generasi selanjutnya agar lebih serius dalam melestarikan budaya luhur asli dan kebanggaan Ponorogo tersebut.

“Lek njoget ki yo sing tenanan (kalau menari itu yang serius), lek belajar Reyog ki yo sing tenanan (belajar Reyog juga harus serius). Tujuannya untuk melestarikan Reyog, jangan sampai punah,” pungkasnya.

Share This: