Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Kabar Baik Untuk Warga Ponorogo, Hajatan Pernikahan Boleh Dilaksanakan Asal Disiplin Protokol Kesehatan

Kabar Baik Untuk Warga Ponorogo, Hajatan Pernikahan Boleh Dilaksanakan Asal Disiplin Protokol Kesehatan

Ponorogo – Sobat Fastastis kabar gembira tentunya bagi para pasangan kekasih yang sudah siap melengkungkan janur, karena Pemerintah Kabupaten Ponorogo sudah membolehkan acara sakral dalam jalinan janji suci ini. Seperti hari ini, Rabu (22/07/2020) merupakan sejarah bahagia dimasa pandemi Covid19 bagi pasangan pengantin Ning (panggilan putri Kiai) Neneng Beryl Nihayatun Naja putri KH. Mahmudin Marsyahid pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul Huda, Cekok, Babadan dan Ahmad Khoirul Muttaqin Putra Bapak Haris. Pernikahan keduanya merupakan kali pertama di Bumi Reyog dan menjadi acuan dalam penyelenggaraan ikrar janji suci di masa pandemi.

Dari pantauan jurnalis Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) akad nikah dan resepsi yang bertempat di Pondok Pesantren Thoriqul Huda, berlangsung sangat sakral dan tetap dalam kedisiplinan standart protokol kesehatan. Para tamu menggunakan protokol kesehatan dan dengan jumlah yang terbatas.

Kemudian pihak pondok juga menyiapkan handsanitizer, tempat cuci tangan dan menjamu tamu dengan segala kedisiplinan standart protokol kesehatan. Seperti penggunaan face shield, masker, penjagaan jarak serta penyajian makanan untuk jamuan tamu dengan baik.

Meski demikian ikrar janji suci berjalan lancar dan tentunya sangat mengharukan bagi kedua mempelai dan kedua besan. Hal itu tentu tidak mengurangi apa yang telah diperintahkan oleh agama Islam.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni yang hadir sebagai saksi atas perjanjian suci tersebut mengatakan acara hajatan pengantin menggunakan protokol kesehatan ini merupakan pertama kali di Ponorogo.

“Insya Allah ini yang pertama di Ponorogo”, katanya saat memberikan sambutan sebagai saksi akad nikah pasangan tersebut.

Bupati Ipong dalam kesempatan tersebut juga menghimbau warga masyarakat Ponorogo jika ingin menikah harus tetap disiplin dengan protokol kesehatan.

“Jadi protokol yang kita terapkan, tidak prasmanan, datang mengucapkan selamat, foto dan makanannya di bawa pulang kerumah masing – masing”, pesannya.

Sementara itu Gus Din sapaan akrab Kiai Mahmudin Marsyahid, yang hari ini berbahagia sekaligus terselimuti haru mengungkapkan banyak terima kasih kepada seluruh yang terlibat dalam akad nikah putri tercintanya.

“Kita ucapkan banyak terima kasih kepada pihak pemerintah Kabupaten khususnya Bapak Bupati dan rombongan, Polsek, Kecamatan dan Desa yang sudah memberikan izin dan kepada seluruh yang terlibat dalam hari bahagia ini”, ungkapnya.

Beliau menambahkan dalam pelaksanaan akad nikah putrinya pihak panitia pernikahan menerapkan standart protokol kesehatan. Kemudian juga dibantu Disbudparpora dalam penerapannya.

“Alhamdulillah berjalan dengan sukses dan patuh standart protokol kesehatan yang telah dianjurkan”, pungkasnya.

Kami keluarga besar Disbudparpora mengucapkan selamat atas pernikahan Neneng Beryl Nihayatun Naja dan Ahmad Khoirul Muttaqin. Semoga mendapat Ridho Allah SWT, Sakinah, Mawadah, Warohmah. Aamiin.

Sebagai informasi berikut standart operasional prosedur (SOP) kegiatan hajatan masyarakat dengan protokol kesehatan adaptasi baru.

Share This: