Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Ketat Prokes, Pembekalan Kakang Senduk Berjalan Lancar

Ketat Prokes, Pembekalan Kakang Senduk Berjalan Lancar

Finalis 10 Besar Kakang Senduk Kabupaten Ponorogo menjalani pembekalan materi Duta Wisata selama dua hari (27 Oktober-28 Oktober 2021) di gedung Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Para finalis dibekali materi mulai dari tata rias, rambut, wajah, tata rias busana pakem, Preliminary, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Budaya Ponorogo, Publik Speaking hingga bahasa Inggris dan diakhiri dengan presentasi.

Mulai hari pertama pembekalan hingga presentasi para finalis Kakang Senduk sangat antusias mengikuti materi demi materi. Hal itu terlihat banyaknya peserta pembekalan, yang aktif bertanya pada sesi tanya-jawab.

Materi-materi yang disajikan oleh para pemateri tentu materi yang sangat penting bagi finalis Kakang Senduk sebagai bekal ketika mereka nanti berkarya untuk pariwisata dan budaya Ponorogo agar lebih menjadi dikenal di skala internasional.

Farida Nuraini, Kepala Bidang Pemasaran dan Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo mengatakan meski dengan protokol kesehatan yang ketat pembekalan tetap dilaksanakan. Kemudian, waktu pembekalan juga tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang diberlangsungkan selama 3 hari.

“Ini cuman dua hari. Jadi hanya materi-materi pokoknya saja yang kita sampaikan,” katanya.

Farida yang juga Pembina Paguyuban Kakang Senduk, menambahkan materi utama yang disampaikan adalah tata rias, rambut, wajah, tata rias busana pakem, Preliminary, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Budaya Ponorogo, Publik Speaking hingga bahasa Inggris dan diakhiri dengan presentasi.

“Jadi mereka nantinya tidak hanya jadi Duta Kabupaten Ponorogo, tapi juga Duta Pariwisata,”imbuhnya.

Sebagai informasi, pada materi tata rias rambut dan wajah di isi oleh Bias Rhapsody, Tata Busana Pakem oleh Kakang Thridy, materi pariwisata dan ekonomi kreatif di isi oleh Kabid Pemasaran dan Ekonomi Kreatif Farida Nuraini, materi Budaya Ponorogo di isi oleh Ridho Kurnianto dari Universitas Muhammadiyah, materi publik speaking dan bahasa Inggris di isi oleh Rifa Suci Wulandari dari STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan), kemudian pada akhir sesi yaitu presentasi kembali di pandu oleh Kakang Thridy.

Share This: