Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Linggayoni, Situs Kerajaan Majapahit Di Desa Pintu

Linggayoni, Situs Kerajaan Majapahit Di Desa Pintu

Geliat pembangunan wisata di Kabupaten Ponorogo mulai kembali terpercik. Salah satunya yang di upayakan Desa Pintu, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo yang menggandeng Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga untuk mengeksplor wisata situs Linggayoni.

Pada kesempatan tersebut, secara resmi Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, berkenan membuka ceremonial peresmian wisata situs Linggayoni yang terletak di Dusun Ngadiro, Desa Pintu, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Minggu (06/02/2022). Acara peresmian meski sederhana namun nampak Khidmat dan penuh kebersamaan.

Bahkan, masyarakat sekitar yang menyaksikan acara peresmian rela memborong dagangan masyarakat Pintu pada pasar Krempyeng yang diawali semenjak pagi sebelum peresmian yang dilakukan di sore hari. Hal itu, justru menambahkan suasana lokasi wisata bakalan jadi bermanfaat bagi warga sekitarnya.

“Dengan luar biasa telah mewarisi wisata Linggayoni. Lingga dan yoni, dua kutub yang berbeda Lingga adalah alat maskulin yoni adalah alat feminim. Kalau dalam bahasa China Yin Yang, Testosteron dan Progesteron,” kata Kang Bupati Sugiri Sancoko saat hendak meresmikan wisata tersebut.

Sementara itu, Masdaroini, S.Th.I selaku Kepala Desa Pintu mengungkap situs Linggayoni merupakan sebuah situs awal peninggalan kerajaan Majapahit. Jadi Desa Pintu pada sejarahnya pernah disinggahi pada masa peralihan awal kerajaan Singosari kepada kekuasaan Majapahit.

“Meniko (itu) menurut referensi yang saya terima. Kalau salah nggeh kulo nyuwun pangapunten (ya saya minta maaf),” paparnya.

Kemudian pihak desa baru mengekspos secara besar-besaran situs purbakala Linggayoni dikarenakan ada orang yang peduli dengan energi positif yang ada di lokasi itu, akhirnya orang tersebut berkenan untuk membangun sehingga sudah terbentuk sedemikian rupa.

“Jadi ini sesuatu yang sangat luar biasa bagi kami,” terangnya.

Daroini sapaan akrabnya menyebut dulunya tempat tersebut sangat rapat seperti hutan. Setelah dibangun, para goweser, Ibu-Ibu, pemuda dan orang yang lewat banyak yang selfie di Linggayoni.

“Apalagi dibesarkan melalui media. Ternyata cukup menarik dan beberapa orang sering berkunjung,” ungkapnya.

Daroini menambahkan untuk dibeberapa wilayah Kabupaten Ponorogo memang sudah mulai membuka wisata alam, paralayang dan lainnya. Namun untuk desa pintu baru mulai awal untuk wisata situs purbakala.

“Jadi besar harapan kami, agar Desa Pintu mendapatkan motivasi dan dukungan dari Bapak Bupati dan seluruh semua yang rawuh pada kesempatan sore hari ini,” pungkasnya.

Sebagai informasi dalam pembukaan wisata Linggayoni juga dihadiri oleh Anggota DPR RI Ina Ammania, Wakil Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita, Anggota DPRD Ponorogo Sukirno, Plt. Kepala Dinas Disbudparpora Bambang Wibisono dan rombongan serta masyarakat sekitar yang memang sudah semenjak pagi sudah menunggu pembukaan wisata tersebut secara resmi dengan menikmati pasar Krempyeng.

Share This: