Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Meski Hujan Deras, Haul Kiai Ageng Muhammad Besari Berlangsung Khidmat

Meski Hujan Deras, Haul Kiai Ageng Muhammad Besari Berlangsung Khidmat

Meski diguyur hujan deras, pembukaan HAUL Almagfurlah Kiai Haji Ageng Muhammad Besari ke 275, Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, berlangsung khidmat. Para jama’ah nampak khusyuk dalam mendoakan Almagfurlah Kiai Haji Ageng Muhammad Besari, Sabtu (11/06/2022). Tak hanya itu, haul juga syarat makna tuntunan bagi umat.

Meski acara sempat tertunda akibat hujan yang lebat. Namun tidak mengurangi rasa khidmat para undangan dan jama’ah untuk tetap melaksanakan HAUL.

Kemudian lokasi HAUL yang sedianya di adakan di halaman parkir, di pindahkan ke masjid Tegalsari. Lalu, dilaksanakan manaqib Shaikh Abdul Qadir Al-Jaelani bersama Jama’ah Al Barokah oleh Kiai Suyono Pengasuh pondok pesantren Al Barokah, Mangunsuman Ponorogo.

Teguh Widadi selaku Ketua panitia pelaksana pembukaan HAUL Kiai Ageng Muhammad Besari mengatakan pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mensukseskan kegiatan tersebut.

“Bupati Ponorogo, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, panitia, warga masyarakat Tegalsari,” katanya.

Sukardi selaku Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat mengungkap kegiatan HAUL tersebut sekaligus masuk dalam agenda Grebeg Suro Kabupaten Ponorogo dan telah menjadi agenda rutin bagi Disbudparpora bersama Yayasan Muhammad Besari. Ia juga menyampaikan salam dari Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko yang berhalangan hadir karena harus mendampingi Jendral TNI Moeldoko.

“Ingkang bergandengan ugi kalian kemajuan Ponorogo,” ucapnya.

Sementara itu, KH. Imam Ma’ruf dari Malang menyampaikan setidaknya ada empat hal penting dalam peringatan HAUL. Pertama yaitu mengingatkan kita tentang akhirat.

“Yang kedua, yaitu Li Ajli Du’a atau mengirimkan doa. Yang ketiga karena Li ‘adai Haqqin, melaksanakan kewajiban dan hak untuk menghormati atau jika merasa salah atau berlum hormat bisa di leburkan di acara Haul,” terangnya.

Ia menambahkan yang paling khusus pada Haulnya Ahlil Khair atau para wali-wali Allah, khususnya pada Haul KH Ageng Muhammad Besari pada kesempatan ini, menurut para ulama adalah karena Lil Ajli Tabaruqi atau ngalap barokah. Selanjutnya ia juga berkeyakinan berdasarkan pendapat ulama bahwa Haul memiliki tambahan yang penting apalagi di era modern, yaitu Lito’atil Ushuwah yang artinya mencari figur dan mencari tauladan.

“Tauladan Ulama terdahulu lebih Ushwah,” pungkasnya.

Hadir dalam Haul, Forkopimda, Forkopimca, tokoh masyarakat setempat dan para jama’ah setempat serta jama’ah Al Barokah. Kemudian acara ditutup dengan doa yang khusuk dari Gus Wakhid (Kiai Agus Nur Wakhid Dzuriah Tegalsari sekaligus pengasuh ponpes Raudlatul Huda, Magetan)

Share This: