Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Museum Bedingin, Lindungi Aset Bersejarah Desa

Museum Bedingin, Lindungi Aset Bersejarah Desa

Ponorogo – Lindungi aset bersejarah, Museum Bedingin, Desa Bedingin, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo terus berupaya eksis. Hal itu nampak ketika kumpulan benda-benda kuno milik desa dan situs Sirah Keteng serta rumah budaya yang terus dikembangkan dan dijaga.

Museum Bedingin, yang didirikan pada tahun 2017 dan diresmikan Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni di awal bulan Januari 2020 kemarin. Museum ini diklaim menjadi museum desa pertama kali yang pernah ada di Provinsi Jawa Timur.

Kendati sempat meredup, namun Pemdes Bedingin enggan untuk menyerah. Mereka terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas Museum dan potensi wisata lokal dan budaya yang terus dipertahankan.

Marjuki Kepala Desa Bedingin mengatakan tujuan berdirinya museum tersebut agar masyarakat cinta terhadap desa Bedingin. Kemudian berangkat dari banyak peninggalan-peninggalan bersejarah yang oleh masyarakat dijual murah, seperti perabotan rumah tangga, peralatan pertanian dan pertukangan.

“Itu kita cari, sudah banyak anu ya. Ternyata sudah dimiliki pecinta barang-barang seperti itu,” katanya kepada Jurnalis Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) saat ditemui di Museum dan Situs Sirah Keteng, Kamis (12/11/2020).

Marjuki mengungkap dengan alasan tersebut maka pihaknya mencoba untuk melestarikan barang-barang dan menjaganya sebagai aset sejarah desa.

“Kembali lagi, bahwa punya mbah saya, bapak saya, dan akhirnya disimpan di museum. Akhirnya akan ingat desa tercinta ini,” paparnya.

Sementara itu, dari pantauan jurnalis Disbudparpora benda-benda dalam museum Bedingin ada berbagai macam gerabah, alat pertanian tradisional, batu bata kuno dan alat cetak genteng tradisional, kaca kuno, lemari kuno, dan banyak lainnya. Selain itu, situs bersejarah Sirah Keteng juga dijaga dengan baik di komplek museum terebut.

“Dan tidak cuma itu, ada Pusaka dan jarik (kain kebaya kuno) yang mau dititipkan. Tapi karena faktor keamanan kita pending untuk jenis Pusaka,” tegas Marjuki.

Ia menambahkan segala sesuatu yang ada masih di simpan di ruang sekolah yang sudah tidak digunakan. Namun ia berharap kedepan sudah bisa membangun ruang museum sendiri.

“Kita berharap dinas terkait ada perhatian,” pungkasnya.

Selain museum, situs Sirah Keteng juga menjadi hal utama yang bisa sobat fantasis mesti kunjungi. Kemudian rumah budaya yang juga tak kalah menarik dengan museum desa.

Untuk menuju lokasi tersebut, sobat fantasis cukup menempuh waktu 15 menit dari kota Ponorogo menuju balai desa Bedingin. Dari balai desa cukup menempuh jarak 500 meter untuk sampai ke situs Sirah Keteng dan Museum Bedingin.

Dan jangan lupa untuk mengunjungi rumah Budaya yang terletak tidak jauh dari kedua lokasi bersejarah tersebut. Di rumah Budaya, sobat fantasis juga akan disajikan barang-barang antik mulai perabot rumah kuno, bangunan rumah kuno, Pusaka, sepeda kuno, Mus’af Al Qur’an kuno, buku tulisan Jawa Kuno, dan hiasan dinding zaman dahulu serta banyak lagi benda-benda kuno.

Ayo ke Ponorogo!

Share This: