Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Ngalap Barokah, Dari Alm. Sang Kyai Hafidz Dan Penulis Qur’an

Ngalap Barokah, Dari Alm. Sang Kyai Hafidz Dan Penulis Qur’an

Ponorogo – Sobat Fantastis tentunya bagi umat muslim di Indonesia, ngalap barakoh atau mencari berkah dari tokoh umat islam merupakan budaya yang kental dengan maksud tujuan untuk mendoakan Beliau-Beliau Wali Allah dan pemimpin Islam yang telah berjuang, serta para guru atau Kyai, sebagai hadiah pahala untuk yang masih hidup maupun yang sudah meninggalkan dunia.

Kali ini, Senin, (02/03/2020) sobat fastastis, mencoba mencari barokah di makam Almarhum KH. Ibrahim Ghozali, pengasuh pondok pesantren Bedi, Desa Polorejo, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. Namun kini, pondok tersebut digunakan untuk pusat pendidikan Diniyah sore.

Untuk menuju lokasi cukup mudah dan terjangkau, dengan kendaraan apapun baik roda dua, mini bus ataupun Bus. Dengan melalui rute perempatan terminal Seloaji kebarat sekitar 10 KM berada di kanan jalan ada Jl. Kenanga lalu 500 meter perjalanan sudah sampai dilokasi.

Beliau dulu termasyur sebagai seorang hafidz Al Qur’an dan termasuk salah satu ulama yang menulis Al Qur’an menggunakan tangan. Selain menulis Al Qur’an, Almarhum juga menulis kitab-kitab kuno, seperti Sullamut Taufiq, Fatkhul Qarib, dan lain-lain.

Sri Winingsih (47) menantu Alm. mengatakan saat ini peninggalan Al Qur’an yang ditulis Alm. KH Ibrahim Ghozali masih dirawat dan ditempatkan dimasjid dekat makam Beliau.

“Kita taruh, di dalam Masjid Mas, tujuannya biar dibaca oleh Jama’ah yang mengunjungi Beliau,” katanya.

Sri mengungkap Al Qur’an yang telah berumur seratus tahun lebih itu bersampulkan kulit kambing, kemudian tulisan Al Qur’an juga sangat jelas dan mudah dibaca. Selain itu kitab-kitab yang Almarhum tulis juga masih ada dan dengan sampul dari kulit kambing juga.

“Bahkan dulu, tulisan Beliau, berharga sangat mahal, setara dengan 5 ekor sampai 7 ekor sapi, kalau zaman sekarang mungkin puluhan juta Mas,” ungkapnya.

Masih lanjut Sri, bawasannya alm. KH Ibrahim Ghozali wafat pada tahun 1917. Sepeninggal Beliau, banyak santrinya yang masih datang untuk mendoakan Beliau, selain itu warga Ponorogo dan luar Ponorogo datang dan ngalap Barokah.

“Banyak yang datang utamanya saat menjelang bulan Ramadhan atau sebelumnya,” jelasnya.

Sementara itu Akhidya (24) warga Desa Ngrupit menambahkan suka mengunjungi makam-makam kyai untuk mendoakan Alm.

“Ya, kalau dimakam Kyai Hafidz Qur’an, mengenang jasa Beliau dan Suri Tauladannya dalam hal pengahafalan dan penulisan Al Qur’an,” Pungkasnya.

Jadi Sobat Fantasis jika mau wisata religi ke Ponorogo, tidak cukup sehari karena banyak sekali makam-makam tokoh penyebar agama muslim yang berkaromah. Namun jangan kuatir di Bumi Reyog tentunya banyak hotel dan penginapan yang modern, aman dan nyaman. Ayo Ke Ponorogo.

Share This: