Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Pemkab Terus Geber Reyog Ke UNESCO

Pemkab Terus Geber Reyog Ke UNESCO

Pemerintah Kabupaten Ponorogo dibawah komando Bupati Sugiri Sancoko, melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga bersama Yayasan Reyog Ponorogo dan seniman Reyog terus bekerja untuk membawa Reyog ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Dan kali, tim asistensi dan tim data melakukan kegiatan intensive meeting dan pengisian Dossier (data) Intangible Cultural Heritage (ICH) di ruang rapat Disbudparpora, Selasa (21/12/2021).

Kegiatan tersebut untuk melengkapi segala persyaratan untuk mengajukan Reyog ke UNESCO. Sebelumnya pada Senin, (20/12/2021) tim asistensi dan tim penyusun naskah akademik sudah dilakukan rapat untuk menyusun naskah akademik.

Damardjati Kun Marjanto, peneliti ahli pusat penelitian kebijakan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) mengatakan pada intinya timnya terus melakukan pendampingan kepada Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam mempersiapkan sebuah warisan budaya yang ingin diwariskan kepada ICH UNESCO.

“Kami hari ini melakukan upaya untuk mencoba mencicil. Mencicil itu, apa yang harus dilakukan untuk sebuah data warisan budaya tak benda ketika akan di nominasikan ke ICH UNESCO,” katanya.

Kendati demikian, ia mengungkap semuanya nantinya akan menjadi kewenangan Kemendikbud RI, dalam hal itu adalah Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud RI, warisan budaya tak benda mana yang akan dinominasikan ke ICH UNESCO.

“Jadi kami hanya membantu untuk persiapan,” jelasnya.

Ia menegaskan nantinya Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko akan terus mengusahakan supaya Reyog Ponorogo jadi warisan budaya tak benda ICH UNESCO dengan melakukan berbagai kegiatan supaya Pemerintah Republik Indonesia yang menominasikan.

“Jadi intinya kami, temen-temen disini membantu untuk bagaimana menyusun Dossier yang standard,” paparnya.

Sementara itu, Budi Warsito Ketua Umum Yayasan Reyog Ponorogo menambahkan pihaknya diberi arahan atas data yang sudah tersusun dalam naskah akademis bersama dengan dokumentasinya.

“Ya itu kalau ada yang kurang pas ya di paske,” pungkasnya.

Sebagai informasi, esok Rabu (22/12/2021) akan kembali diadakan rapat insentive dengan tim penilaian ajuan ICH UNESCO. Mari terus dukung Reyog bisa lolos ke UNESCO dengan doa, agar semua usaha mulia itu dapat berjalan lancar.

Share This: