Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Pendapatan Musisi Lokal Di Zona Merah

Pendapatan Musisi Lokal Di Zona Merah

Ponorogo – Pandemi Covid19 mempengaruhi segala aspek kehidupan di masyarakat. Salah satunya berdampak pada pekerjaan musisi lokal di wilayah Kabupaten Ponorogo. Diantaranya musisi musik akustik yang biasa tampil di caffe dan resto yang ada di Kabupaten Ponorogo.

Risang Pamor, gitaris group akustik Abinaya mengatakan dulunya sempat banyak caffe di Ponorogo yang menggunakan live musik namun dimasa pandemi sudah sedikit.

“Banyak yang awalnya ada live musik jadi tidak ada,”katanya saat ditemui usai tampil di Copen Caffe Shop, Sabtu (16/01/2021).

Risang mengungkap dirinya dan personel groupnya juga merasakan takut terhadap virus yang mengganggu keberlangsungan kenormalan aktivitas warga itu. Maka ketika tampil sebaik mungkin pihaknya menghindari terlalu dekat dengan penonton.

“Kita tetep patuh terhadap protokol kesehatan. Kalau main musik aja kita lepas masker. Trus cuci tangan sering-sering dengan hand sanitizer,”terangnya.

Hal senada diungkapkan Devinda Alifia dari group Jokustik. Ia dan rekan-rekannya sempat diliburkan karena adanya peraturan jam malam. Kemudian begitu ada lagi live musik dirinya mengaku senang karena banyak respon baik dari para penikmat musik akustik.

“Alhamdulillah responnya cukup baik, ada yang request, ada yang ikut nyanyi bareng. Alhamdulillah,” pungkasnya.

Sementara itu, di sisi lain apa yang menjadi kesenangan pengunjung caffe yang menyediakan live musik tentu tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Karena di Ponorogo sendiri sudah tercatat masuk ke zona merah kembali.

Dari data yang dilansir dari akun resmi instagram Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, @dinkes.png melalui akun resminya, terkonfirmasi Covid19 pada 18 Januari 2021 terdapat 1.632 dengan total sembuh 1.243 orang, menjalani isolasi 303 orang dan meninggal 86 jiwa.

Pandemi Belum Berakhir, Ayo patuhi protokol kesehatan!!

Share This: