Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Rayakan Sumpah Pemuda, JOPA Gelar Njagong Budaya

Rayakan Sumpah Pemuda, JOPA Gelar Njagong Budaya

Dalam memperingati hari Sumpah Pemuda (HSP) ke 93 tahun 2021, Joglo Paju Art Galery (JOPA) adakan semarak Njagong Budaya yang digelar selama tiga hari mulai 28 Oktober hingga 31 Oktober 2021. Pada semarak perayaan Sumpah Pemuda, JOPA mengadakan berbagai kegiatan mulai dari pembukaan dengan Reyog Ponorogo, Pameran Batik, Fashion Batik hingga pameran lukisan dan produk Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) di halaman JOPA, Jl. Yos Sudarso, Gang 1, No 4D, Paju, Ponorogo.

Sudirman, Pimpinan JOPA mengatakan pihaknya mengadakan kegiatan Njagong Budaya biasanya dilaksanakan setiap sebulan sekali dan dimulai semenjak tahun 2019. Kemudian bertepatan dengan peringatan HSP 28 Oktober 2021 mencoba memadukan antara seni dan ekonomi.

“Jadi seni tidak lepas dari ekonomi. Makanya ketika ada seni disitu ekonomi bisa bangkit dan bisa tumbuh, bisa bergerak,” katanya saat ditemui Jurnalis Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) disela-sela kesibukannya, Kamis (28/10/2021).

Dirman, sapaan akrabnya mengungkap dalam ngeluri kabudayan, khususnya kesenian Reyog Ponorogo, harus bisa mengangkat bagaimana ekonomi kerakyatan bisa berdampingan dan bisa tumbuh. Kemudian pelaksanaan Njagong Budaya sendiri bakal direncanakan selama 3 hari, disesuaikan dengan keadaan cuaca.

“Ini kan ada pameran seni lukisan dari anak-anak muda. Ya anak-anak muda, karena ini hari sumpah pemuda,” tegasnya.

Ia menambahkan, selain itu juga ada fashion batik dan pameran batik serta ketoprak.

“Bazar batik dari 5 kota, ada dari Kediri, Magetan, Madiun, Pacitan dan Ponorogo sendiri,”tandasnya.

Sebagai informasi dalam pembukaan gelaran Njagong Budaya juga dihadiri oleh Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko dan Tim perwakilan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kesempatan itu, Kang Giri menyatakan dukungannya pada kegiatan Njagong Budaya. Walaupun dalam dalam masa pandemi, Kang Giri tetap mendorong supaya kesenian dan kebudayaan untuk tetap berjalan. Dan tak lupa ia juga mengingatkan kepada para pelaku seni untuk selalu mentaati protokol kesehatan.

Share This: