Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Reog : Lahir, Tumbuh Dan Berkembang Di Ponorogo

Reog : Lahir, Tumbuh Dan Berkembang Di Ponorogo

Kesenian Reog sudah menjadi identitas bagi Kabupaten Ponorogo, oleh karena itu Ponorogo disebut sebagai kota Reog. Kesenian ini sudah dikenal oleh masyarakat luas di Indonesia bahkan di luar negeri. Seni sendratari ini secara garis besar terilhami oleh dua versi.

Pertama, versi Ki Ageng Kutu yang membuat Reog sebagai manifestasi sindiran kepada Bhre Kertabumi atau Prabu Brawijaya V Raja Majapahit yang dalam pemerintahanya dikuasa oleh permaisurinya. Simbolisasi harimau melambangkan kekuasaan raja dan burung merak simbol dari permaisuri yang menguasai kepala harimau.

Versi kedua ialah, Reog berasal dari kerajaan bantarangin yang berdiri sekitar tahun 1.200 dengan Raja Prabu Kelana Sewandana yang bermaksud ingin melamar putri kediri bernama Dewi Songgolangit. Untuk menyampaikan maksud tersebut, Prabu Kelana Sewandana menyuruh patih Bujangganong serta diikuti oleh 144 pasukan berkuda namun di tengah jalan dihadang oleh Singo barong dari kerajaan lodaya, drama tersebut diyakini asal mula kesenian reog.

Kesenian ini dalam pentasnya terdiri dari beberapa unsur penari yang berperan sesuai dengan karakter masing-masing di antaranya sebagai berikut :

Pertama : Pembarong adalah penari yang menggambarkan singo barong dari kerajaan lodaya dalam drama Singo barong digambarkan sebagai musuh dari Prabu Kelana Sewandana ketika hendak melamar Dewi Songgolangit.

Kedua : Klono Suwandono adalah penari yang menggambarkan sosok raja dari kerajaan Bantarangin. Sosok Prabu Kelana Sewandana digambarkan dengan topeng bermahkota, wajah berwarna merah, mata besar melotot dan kumis tipis. Prabu Kelana Sewandana memiliki senjata andalan yaitu berupa pecut samandiman.

Ketiga : Patih Bujang Ganong ( Ganongan ) atau Patih Pujangga Anom adalah salah satu tokoh yang energik dalam Seni Reog Ponorogo. Sosok yang kocak sekaligus mempunyai keahlian lebih dalam seni bela diri.

Keempat : Warok dalam pentas lebih terlihat sebagai pengawal Prabu Kelana Sewandana atau punggawa Raja Kelana Sewandana. Sosok warok muda digambarkan sedang berlatih adu kesaktian, mengelola ilmu kanuragan, digambarkan berbadan gempal dengan bulu dada, kumis dan jambang lebat serta tatapan mata yang tajam. Sementara warok tua digambarkan sedang mengawasi warok muda yang sedang berlatih.

Kelima : Jathil adalah penggambaran prajurit berkuda dalam cerita kesenian reog. Jathil dibawakan oleh beberapa penari perempuan muda dengan menggunakan eblek jaranan yang terbuat dari anyaman bambu.

Keenam : Pengrawit yaitu berperan sebagai pengiring musik reog yang terdiri dari beberapa pemain seperti gong, kendang, tipung, kempul, kenong, angklung dan slompret serta diikuti oleh wirosworo yang memeriahkan dengan memberi semangat kepada para penari reog.

Kesenian reyog, merupakan tontonan atraksi menarik yang membawa tuntunan kepada masyarakat luas. Karena dalam kesenian reog terdapat beberapa filosofi yang terkandung. Baik itu, nilai-nilai religiusitas, spiritualitas, herois maupun magis. Dari sisi religiusitas kesenian reog pada masa Bathoro Katong ( Pendiri Ponorogo ) sebagai media dakwah yang paling efektif, dari sisi spiritualitas kesenian reog tertuang dalam aspek-aspek peralatan, busana maupun makna yang terkandung dalam reog, dalam sisi herois tertuang dalam cerita – cerita figur warok dan dari segi magis reog tak terlepas dari kepercayaan masyarakat terhadap pembarong. Sebagai wujud kepedulian Pemerintah Ponorogo dalam rangka melestarikan budaya luhur nenek moyang maka menggelar subuah ajang festival yang melibatkan seluruh elemen masyarakat Ponorogo yaitu Festival Reog Mini yang digelar bersamaan dengan hari jadi kabupaten Ponorogo, acara ini diharapkan dapat menumbuhkan bibit-bibit unggul seniman reog di masa yang akan datang, sedangkan even tingkat nasional juga teraktualisasi dalam Festival Reog Nasional, acara ini diselenggarakan menjelang satu suro. Disamping itu kesenian Reog juga dipentaskan setiap malam bulan purnama di panggung utama aloon – aloon Ponorogo, gelar budaya, upacara adat dan berbagai acara penting lainnya.

Sumber : Eksotika Pariwisata Ponorogo – Alip Sugianto

Share This: