Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Rutinan 1 Muharram di Masjid Agung Juga Digelar Berbeda

Rutinan 1 Muharram di Masjid Agung Juga Digelar Berbeda

Ponorogo – Tak hanya larungan Telaga Ngebel, kegiatan penyambutan tahun baru Islam pun, di Masjid Agung, kota Ponorogo, Rabu, malam (19/08/2020) juga dilakukan dengan cara berbeda. Jika biasanya pelaksaan sholawatan sambut datangnya bulan hijrah, ada prosesi triatikal drama penyambutan kaum Muhajirin oleh Ansor. Kali ini prosesi rutin tahunan di masjid KRMA Tjokronegoro dikemas dengan Maulid Agung dan dengan peserta terbatas.

Berdasarkan pantauan langsung Jurnalis Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga acara rutinan tahunan di masjid bersejarah itu, kali ini juga dilakukan dengan cara yang sederhana dengan jumlah peserta yang terbatas. Hal itu dilakukan karena adanya pandemi Covid19 yang melanda.

Jika biasanya ada triatikal drama kisah hijrah Nabi Agung Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Dengan diaraknya para Habaib, Masyayikh, Alim, Ulama dari Jl. Imam Bonjol menuju Masjid Agung (melambangkan Baginda Rasulullah bersama kaum Muhajirin) sedang menuju Madinah. Kemudian sesampainya di Masjid Agung, mereka di sambut dengan meriah dengan pertunjukan Reyog Ponorogo. Sebagai lambang penyambutan kaum Ansor kepada Nabi Muhammad SAW dan kaum Muhajirin.

Namun demikian triatikal perpaduan Islam dan kearifan lokal yang dijaga keelokannya tersebut saat ini tidak dapat dinikmati lagi. Kendati demikian tidak mengurangi rasa khidmat jama’ah yang hadir untuk memohon kepada Allah SWT agar Ponorogo dan Indonesia terbebas dari Corona.

Sugianto HS, Ketua Ta’mir Masjid Agung Ponorogo mengatakan karena adanya Covid19 acara tersebut ditiadakan dan diganti dengan Maulid Agung. Hal itu untuk melaksanakan protokol kesehatan.

“Cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak diatur sedemikian rupa. Nantinya Tausyiahnya tidak terlalu panjang,” katanya.

Selanjutnya dalam acara maulid Agung pengisi tausyiah dan doa adalah Habib Muhammad bin Musthofa Ba’abud, Habib Husein bin Musthofa Ba’abud, Habib Syekh bin Musthofa Ba’abud dari Kediri.

“Nanti kira-kira Tausyiah jam 11:00 malam sudah selesai,” terangnya.

Sementara itu, Bagus Wisnuputra Humas Rutinan acara tersebut menambahkan standart protokol kesehatan menjadi hal yang diutamakan dan diwajibkan.

“Mulai tempat duduk diberi jarak, wajib masker dan cuci tangan sebelum masuk Masjid,” Pungkasnya.

Share This: