Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Sempat Mati Suri, Sepak Bola Hidup Kembali Di Stadion Gelora Batoro Katong

Sempat Mati Suri, Sepak Bola Hidup Kembali Di Stadion Gelora Batoro Katong

Ponorogo – Stadion Batoro Katong mulai nampak hidup dengan para pemain sepak bola yang sedang berlatih. Para pemain tua dan muda saling adu strategi untuk mencetak gol terbaiknya. Bahkan mereka bermimpi stadion ini kedepan bisa melahirkan pesepak bola nasional.

Kali ini, jurnalis Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) melihat pemandangan yang sangat hidup di stadion kebanggaan Masyarakat Ponorogo, Gelora Batoro Katong. Terlihat, warga masyarakat bumi Reyog aktif berolahraga di sore hari, Selasa (12/01/2021).

Mulai dari depan gerbang terlihat para warga sedang memainkan bola voli, basket dan yang menarik di dalam stadion meski rumput stadion belum sangat rapi namun terlihat dua kesebelasan tengah beradu strategi untuk mencetak gol.

Tak hanya itu, Bumi Reyog sendiri melahirkan banyak pesepakbola handal sampai di level Nasional, seperti kiper handal Dian Agus Prasetyo (Persik Kediri), Fachrudin Ariyanto (Madura United) dan Siswanto (Medan Jaya) serta tentu banyak pemain yang berjibaku di Persatuan Sepak Bola Ponorogo (Persepon) yang menjadi idola masyarakat Ponorogo hingga sekarang sampai nanti.

Kembali ke lapangan, dua kesebelasan para pemain tua dan muda bersatu padu saling lakukan serangan untuk menjebol gawang masing-masing lawan. Saut-sautan para pemain pun menambah kehidupan di tengah Stadion yang dibangun sejak tahun 1971 itu.

“Ini, ada pemain muda dan tua. Untuk kedepannya mungkin ya dipersiapkan untuk Persepon,”kata Siswanto pembina Tim Akademi Muda, saat ditemui di sela-sela latihan yang berjalan sangat seru tersebut.

Wasis sapaan akrab mantan pemain PSBB Lampung dan Manokwari itu mengungkap untuk kegiatan latihan sepak bola timnya diadakan setiap Selasa sore dan Minggu sore.

“Unsurnya murni pembinaan, untuk kedepannya mungkin untuk pemain Persepon,” terangnya.

Sementara itu, Budi Prasetyo pembina tim usia tua menyampaikan untuk timnya BFC dan Cakra juga berlatih dihari yang sama. Dengan tujuan untuk menghidupkan kembali turnamen sepak bola usia 40 tahun keatas.

“Untuk turnamen sendiri kita pernah ikut di luar kota, yakni Kediri dan Magetan,”jelasnya.

Baik Wasis maupun Budi tentu sangat ingat bagaimana stadion Batoro Katong bergemuruh suporter kala mendukung para pemain persepon di era 2000an. Sore ini seakan percikan api mulai membakar para pemain muda bumi Reyog yang memiliki mimpi yang sangat mulia demi mengharumkan daerah kebanggaannya.

“Saya ingin seperti Neymar dari Paris Saint Germain (PSG) dan bisa ikut bertanding sebagai salah satu tim Nasional Indonesia,” ungkap Satya Adi Wicaksono, bocah usia 13 tahun yang sering merumput di Stadion Batoro Khatong.

Meski kondisi rumput lapangan yang belum sesempurna lapangan bola yang memiliki standart, Satya dan kawan-kawannya setimnya nampak serius dalam bermain. Kemudian mereka berharap stadion Batoro Katong nantinya bisa bagus seperti stadion yang memadai.

“Lapangannya kurang mendukung. Kedepan semoga cepat direnovasi,” pungkas Satya.

Share This: