Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

Seni Lukis Di Era Covid19

Seni Lukis Di Era Covid19

Pandemi Covid19 yang tengah berlangsung memang membuat sebagian aktivitas manusia di bumi, menjadi tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Demikian pula pada masyarakat seniman dan budayawan. Kendati demikian pada dunia seni lukis masih memiliki ruang yang luas untuk dapat terus berkarya dengan tetap berhati-hati dan waspada terhadap Covid19.

Zainul Musthofa salah satu tokoh seni lukis asli bumi Reog mengatakan meski secara nasional berpengaruh pada tidak adanya kompetisi dan pameran akan tetapi jiwa berseni para pelukis tetap memiliki semangat.

Yo tetep actionlah! Seperti saya kemarin on the spot di daerah Pulung sana, Wagir Kidul sana. Memang kita intens,” katanya saat ditemui jurnalis Disbudparpora di galerinya, Babadan, Senin (19/07/2021).

Z, sapaan akrabnya mengungkap pandemi Covid19 sebenarnya tidak berpengaruh terhadap kepribadian, sebab seni itu merupakan jiwa bagi seorang seniman. Sementara beda dengan pekerja seni karena berkaitan dengan materi.

“Seni murni itu ya ndak berpengaruh,” tegasnya.

Z yang mengaku memulai melukis di tahun 1991 menyebut pada penjualan lukisan biasa akan ada pemesanan online dan dikirim melalui jasa pengiriman.

“Ya, seperti lukisan ikan Koi, atau ada juga pesan mural. Itu ya kita kerjakan ,” ucapnya.

Z memaparkan dimasa pandemi itu sebenarnya, ketika secara isi berhenti maka para seniman lukis fokus pada pembangunan wadah untuk usaha yang berkaitan dengan visual-visual seni. Misalnya saja membuat cafe baru, mempercantik ruang-ruang dirumah.

“Karena apa, karena nanti untuk situasi sudah kondusif. Baru wadah siap, baru tinggal ngasih isi-isinya,” tuturnya.

Z menambahkan di musim pandemi seperti ini problematika terbesar ada pada faktor kejiwaan. Hal itu, karena selama ini publikasi paling seru adalah pada virus yang berbahaya.

“Seolah-olah dibuat sangat menakutkan. Sebenarnya itu kan Ndak. Itu kan, ya kita menganggapnya harus biasa saja kan. Karena menganggap biasa saja justru imun kita akan semakin kuat. Kan pandemi itu sama halnya hipnotis, kalau sedetik saja kita percaya kita sudah rawan,” pungkasnya.

Namun demikian, Z kembali menegaskan bawasannya protokol kesehatan tidak boleh ditinggalkan.

“Kebersihan dan kesehatan memang dari dulu itu harus diutamakan. Intinya itu saja,” tandasnya.

Share This: