Jl. Pramuka No. 19A
(0352) 486012

YRP Ajak Pertamina Turut Hidupkan Padhepokan Reyog

YRP Ajak Pertamina Turut Hidupkan Padhepokan Reyog

Yayasan Reyog Ponorogo (YRP) terus berusaha memberikan yang terbaik bagi keberlangsungan kesenian adiluhung peninggalan nenek moyang untuk dapat terus hidup. Kali ini, YRP berusaha menampilkan Reyog kepada Pertamina Madiun di padhepokan Reyog, Jl. Pramuka No 19 A, Ponorogo, Sabtu (04/12/2021) guna melakukan pendekatan untuk bekerjasama dalam menghidupi Reyog melalui Tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility – CSR).

Ketua Yayasan Reyog Ponorogo, Budi Warsito mengatakan pihaknya tengah melakukan pendekatan kepada Pertamina Full Madiun untuk dapat bekerjasama menampilkan kesenian Reyog di Padhepokan Reyog sebulan sekali.

“Masih berusaha,” katanya.

Budi mengungkap penampilan Reyog sebulan sekali rencananya dikaitkan dengan agenda kunjungan wisata. Agar jika ada sanak famili atau wisatawan yang datang bisa dihibur dengan Reyog di Padhepokan Reyog.

“La kalau kesenian Reyog ini, kita Njagakne (Menggantungkan) dari anggaran dari Yayasan yang notabene masih dibantu pemerintah daerah yang masih serba pas pada saat ini. La kedepan ini kita kerjasama,” jelasnya.

Ia menyampaikan untuk Memorandum Of Understanding (MOU) dan lain sebagainya masih menunggu pihak Pertamina Full Madiun. Namun, Budi bersyukur kepada Allah SWT, karena Pertamina merespon sangat baik dan antusias serta mendukung.

“Jadi Yayasan harus bagaimana, Yayasan harus bagaimana,” paparnya.

Ia berharap jika kerjasama tersebut terwujud bisa menimbulkan multiplayer effect khususnya di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Seperti para pengrajin souvernir Reyog nantinya dapat berjualan di aera padhepokan Reyog.

“Mohon doa restunya kepada masyarakat Ponorogo dan semoga pandemi segera berakhir,” ucapnya.

Sementara harapan besar juga nampak pada wakil Ketua YRP yang sangat bersemangat bahwa dengan adanya Pertamina nantinya mimpi-mimpi para seniman Reyog untuk bisa tampil di padepokan Reyog sebulan sekali bisa terwujud.

“Bedanya dengan Dinas, Dinas Pariwisata punya Reyog bulan purnama, yang menampilkan Reyog perkecamatan secara bergilir. Nah ini nanti tidak harus perkecamatan, mungkin sanggar kek, mungkin kelompok Reyog kek, atau apapun secara gilir,” Pungkasnya.

Sebagai informasi, pagelaran Reyog pada testimoni kali ini, sangat mementingkan protokol kesehatan. Selain itu, para undangan juga menonton Reyog dengan asyik di tribun dengan menjaga jarak aman dan sehat.

Share This: